Menjadikan Silat Sebagai Gaya Hidup

Posted in artikel on May 31, 2008 by pencaksilat


Melalui komunitas, para penggemar silat berusaha mempopulerkan dan membuang image kampungan olahraga ini.



“Pencak silat adalah seni beladiri tradisional bangsa. Bila ada yang mengatakan silat adalah olahraga kampungan berarti kita menghina diri kita sendiri.”

Perkataan itu diucapkan Presiden Persilat Eddy M Nalapraya pada diskusi bulanan yang diselenggarakan Komunitas Pencak Silat Indonesia (SilatIndonesia.com) Maret 2008 lalu. Eddy Nalapraya selaku penasehat komunitas ini tidak henti-hentinya memberikan semangat kepada generasi muda yang bergabung di dalamnya.

Pencak silat sebagai seni beladiri warisan turun temurun nenek moyang bangsa kita, telah melalui perjalan jaman yang sangat panjang, Ketika kepulaun Nusantara ini masih terdiri dari kerajaan-kerajaan, para bangsawan dan kesatrianya menjadikan silat sebagai sebuah kebanggaan tersendiri karena disaat itulah kerajaan-kerajaan di Nusantara mencapai kejayaan, tak pernah ditaklukkan oleh kerajaan lain. Keperkasaan bangsa kita dahulu kala karena menjadikan silat sebagai akar pertahanan dan strategi mereka.

Read more »

Ragam pencak silat, Batak punya monsak

Posted in aliran on May 31, 2008 by pencaksilat

Monsak tinggal sejarah. Sudah banyak negara barat memiliki perguruan silat, yang berasal dari Indonesia dan Malaysia. Banyak suku di Indonesia punya aliran silat sendiri-sendiri, termasuk Batak Toba dengan monsak — yang sayangnya sangat sulit ditemukan informasinya.

Jarar Siahaan; Toba Samosir; Blog Berita

Monsak, dibaca sebagai moccak [lihat foto]. Silat khas Batak Toba ini hanya tinggal nama. Setahuku tidak ada lagi tempat untuk belajar monsak. Di beberapa kabupaten di Sumatera Utara, di kampung-kampung orang Batak Toba, belum pernah kutemukan perguruan monsak. Aku punya sejumlah kawan yang belajar silat di Tanah Batak, tapi yang mereka pelajari adalah silat dari suku lain, seperti Merpati Putih. Aku sendiri belum pernah melihat secara langsung bagaimana gerakan monsak. Ketika aku masih aktif mengajar karate aliran Shotokan, aku sering mencari perguruan monsak, tapi tidak pernah ketemu. Setelah kini aktif menulis di web, aku juga sering berusaha menelusuri Internet, tapi tetap saja aku tidak mendapatkan informasi soal monsak, alamat perguruannya pun tidak bisa kutemukan — kalau ada pembaca yang punya info soal monsak, silakan berbagi.

Read more »

Festival Silat; Merayakan Keragaman

Posted in artikel on May 26, 2008 by pencaksilat

Meski beragam, ada satu kesamaan yang menonjol dari indahnya seni silat ranah pasundan, yakni indahnya gerak silat itu sendiri. Tiada yang lebih bagus. Semua sederajat, sama-sama elok. Maka pantas bila keragamanlah yang dirayakan dalam pagelaran Festival Seni Silat kali ini

Selaras dengan semangat yang dibawa, pagelaran ini hanya menampilkan kekayaan seni gerak, olah napas, dan tari dari secuil wilayah bumi Jawa. Tak kurang dari 12 perguruan, gelaran bertajuk Festival Seni Pencak Silat Padjajaran Nasional ini menghadirkan berbagai macam pesona gerak tarung sekaligus tari dari ranah Sunda.

Kemeriahan makin lengkap dengan tampilnya beberapa perguruan Betawi yang di tahun lampau menjadi kebanggaan para jawara Batavia. Ada perguruan Putra Betawi.  Ada juga Cingkrik Goning. Gelaran di Hall Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah ini pun riuh.

Read more »

Betawi Punye Silat

Posted in artikel on May 26, 2008 by pencaksilat

BERBICARA mengenai cabang olahraga pencak silat, Jakarta dikenal sebagai gudangnya. Sejak dahulu di Jakarta banyak ditemukan alairan-aliran pencak silat yang sangat popular di penjuru Nusantara, bahkan dunia.

Salah seorang legenda pesilat (jawara) Betawi yang selalu menjadi buah bibir masyarakat adalah Si Pitung, jagoan yang antikolonialisme.

Mengenang pencak silat Betawi tidak terlepas dari sejarah perkembangan dan dinamika Jakarta tempo doeloe. Sejak dahulu Jakarta sudah menjadi kota kosmopolitan tempat di mana pertemuan berbagai ragam budaya, suku bangsa, hingga bangsa lain seperti Arab, Melayu, India, China, Portugal, Belanda, dan lain-lainnya.

Sejak Sunda Kelapa dikuasai oleh pasukan Demak yang dipimpin Fatahillah (1527), lahirlah Jayakarta, yang saat ini setiap tahun diperingati sebagai hari jadi kota Jakarta pada tanggal 22 Juni. Perjalanan panjang sejarah Jakarta berimpilikasi pada masyarakat yang mendiaminya.

Read more »

CIMANDE, RIWAYATMU KINI

Posted in artikel on May 23, 2008 by pencaksilat

CIMANDE, RIWAYATMU KINI

Khasanah persilatan Indonesia sudah tidak asing lagi dengan kata Cimande. Sebuah aliran pencak silat yang tergolong besar, terkenal dan memiliki pengaruh besar pada aliran lainnya di Jawa, Indonesia hingga luar negeri. Bagi khalayak umum di JABODETABEK, Cimande lebih dikenal sebagai ahli patah tulang yaitu memperbaiki tulang yang patah dengan cara tradisional. Begitulah cimande yang dikenal umumnya.

Untuk lebh mengenal lebih dekat apa itu Cimande, sabagai aliran Pencak Silat, Forum Pecinta dan Peletari Silat Tradisional (FP2ST) mengadakan kunjungan ke jantung Cimande yaitu desa Tarikolot.

Talang Dua
Dengan menggunakan dua mobil yang ditumpangi 10 orang, kami berangkat dari Jakarta ke arah Bogor/Ciawi. Hanya satu jam di jalan tol, kemudian keluar dan berbelok ke arah jalan raya sukabumi. Tidak berapa lama, kita akan menemui talang satu yaitu talang air yang melintang dan berada di atas jalan raya. Konon talang ini sudah ada sejak jaman Belanda dan merupakan sarana pengairan baik untuk sawah maupun kebutuhan lainnya dari penduduk setempat.

Read more »

[Komunitas] Membangun Pencak Silat Bersama

Posted in opini on November 10, 2007 by pencaksilat

Mungkin satu-satunya organisasi terbesar saat ini adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Organisasi ini memiliki perwakilan hingga lebih dari 33 daerah di Indonesia. IPSI mewadahi pula organisasi tingkat perguruan baik yang kecil, menengah hingga yang besar, wajarlah IPSI adalah satu-satunya organisasi yang sangat penting bagi perkembangan pencak silat di Tanah Air.

Maju dan mundurnya pencak silat ternyata juga di pengaruhi oleh factor SDM atau sumber daya manusianya, baik dalam perguruan hingga kepengurusan organisasi IPSI daerah hingga tingkat Pusat. Hal ini sangat perlu membangun kualitas SDM di segala bidang yang nyatanya memang sangat berpengaruh terhadap perkembangan pencak silat di Tanah Air.

Read more »

Perpaduan Silat dan Wushu

Posted in artikel on November 8, 2007 by pencaksilat

JAKARTA — Sebanyak 14 atlet pelatnas pencak silat siap diberangkatkan ke Shanghai, Cina, untuk menjalani uji coba terakhir menjelang pelaksanaan SEA Games 2007 di Nakhon Ratchasima, Thailand, Desember mendatang.

Mereka, yang terdiri atas delapan pesilat putra dan lima putri, akan melanjutkan program pelatnas di Shanghai University of Sport selama hampir satu bulan. Salah satu program di sana adalah para pesilat akan diberikan pelatihan cara melakukan teknik penyerangan dengan kecepatan tinggi.

Menurut pelatih Taslim Azis, salah seorang pelatih Wushu dari aliran Shan Sao sudah melihat rekaman video para pesilat Indonesia dalam kejuaraan dunia di Malaysia pekan lalu. Kelemahan mereka adalah teknik menyerang yang kurang baik.

Read more »

Riwayat Singkat Pencak Silat Cikalong

Posted in aliran on July 19, 2007 by pencaksilat

Oleh: O’ong Maryono

Bermula dari nama desa Cikalong Kabupaten Cianjur pencak silat Cikalong tumbuh dikenal dan menyebar, penduduk tempatan menyebutnya “Maempo Cikalong”. Khususnya di Jawa Barat dan diseluruh Nusantara pada umumnya, hampir seluruh perguruan pencak silat melengkapi teknik perguruannya dengan aliran ini.

 

Daerah Cianjur sudah sejak dahulu terkenal sebagai daerah pengembangan kebudayaan Sunda seperti; musik kecapi suling Cianjuran, klompen cianjuran, pakaian moda Cianjuran yang sampai kini dipergunakan dll.

 


Cikal bakal permainan maempo (maen pohok) ini diajarkan oleh keluarga bangsawan Cikalong yang bernama Rd.H.Ibrahim dilahirkan di Cikalong 1816 dan wafat 1906 dimakamkan didesa Majalaya Cikalong Cianjur.

 

Read more »

Sejarah Perkembangan Pencak Silat

Posted in artikel on July 19, 2007 by pencaksilat

(Versi PB. IPSI )Pencak Silat sebagai bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia berkembang sejalan dengan sejarah masyarakat Indonesia. Dengan aneka ragam situasi geografis dan etnologis serta perkembangan zaman yang dialami oleh bangsa Indonesia, Pencak Silat dibentuk oleh situasi dan kondisinya.

 

Kini Pencak Silat kita kenal dengan wujud dan corak yang beraneka ragam, namun mempunyai aspek-aspek yang sama. Pencak Silat merupakan unsur-unsur kepribadian bangsa Indonesia yang dimiliki dari hasil budi daya yang turun temurun. Sampai saat ini belum ada naskah atau himmpunan mengenai sejarah pembelaan diri bangsa Indonesia yang disusun secara alamiah dan dapat dipertanggung jawabkan serta menjadi sumber bagi pengembangan yang lebih teratur.

 

Read more »

Seni Silat

Posted in opini on July 19, 2007 by pencaksilat

UNTUK apa belajar silat? Pertanyaan ini sering diajukan, dan jawabannya ternyata bisa banyak. Sekarang ini, dunia persilatan adalah bagian dari olahraga. Pencak silat pun, sebagai olahraga, dipertandingkan di berbagai kejuaraan, termasuk di arena PON yang kini digelar di Surabaya. Penonton bisa berjubel, silat dilihat sebagai adu ketangkasan.

Dalam hal ketangkasan itu, silat digolongkan sebagai ilmu bela diri, seperting kungfu, taekondow dan semacamnya. Namun, ada pula silat yang tujuan utamanya bukan bela diri, tetapi semata-mata untuk kesehatan. Biasanya silat jenis ini lebih mengacu kepada ilmu pernapasan dan membangkitkan tenaga dalam yang memang sudah ada di tubuh setiap manusia. Kelompok-kelompok seperti Satria Nusantara, Merpati Putih, bisa digolongkan dalam jenis ini. Tentu juga termasuk yang lebih “halus” seperti Wai Thang Kung, Tai Chi dan sebagainya.

Read more »

Tari & Ibing Pencak Silat

Posted in artikel on July 19, 2007 by pencaksilat

Salah satu aspek yang tidak kalah penting dalam pencak silat adalah aspek seni pencak silat, yang lebih populer di Jawa Barat dengan sebutan ibing namun tidak sedikit orang menyebut aspek seni pencak silat ini dengan istilah tari pencak silat padahal dalam kenyataan yang sebenarnya bahwa istilah ibing pencak silat dengan istilah tari pencak silat mempunyai pengertian yang berbeda. Ibing Pencak Silat mempunyai pengertian yang lebih mendalam dibanding tari pencak silat, karena dalam ibing pencak silat selain ada unsur keindahan gerak di dalamnya, mempunyai tujuan akhir menjatuhkan lawan, sehingga dalam ibing pencak silat unsur beladirinya lebih menonjol.

Sedangkan istilah tari lebih ditekankan pada unsur keindahannya saja tidak ada unsur beladirinya, seperti tari-tarian yang sering kita lihat. Oleh karena itu rasanya kurang tepat apabila pencak silat disebut sebagai tari pencak silat, sebab pada umumnya para ahli pencak silat di Jawa Barat menyebut seni pencak silat dengan sebutan ibing pencak silat bukan tari pencak silat.

Read more »

SEJARAH SINGKAT DAN PERKEMBANGAN SENI BELADIRI BENJANG

Posted in aliran on July 19, 2007 by pencaksilat

Ada suatu keistimewaan dalam permainan banjang, disamping mempunyai teknik-teknik kuncian yang mematikan, benjang mempunyai teknik yang unik dan cerdik atau pada keadaan tertentu bisa juga dikatakan licik dalam hal seni beladiri, misalnya dalam teknik mulung yaitu apabila lawan akan dijatuhkan ke bawah, maka ketika posisinya di atas, lawan yang di angkat tadi dengan cepat merubah posisinya dengan cara ngabeulit kaki lawan memancing agar yang menjatuhkan mengikuti arah yang akan dijatuhkan, sehingga yang mengangkat posisinya terbalik menjadi di bawah setelah itu langsung yang diangkat tadi mengunci lawannya sampai tidak berkutik.

Menurut pendapat salah seorang sesepuh benjang yang tinggal di Desa Cibolerang Cinunuk Bandung, bahwa nama benjang sudah di kenal oleh masyarakat sejak tahun 1820, tokoh benjang yang terkenal saat itu, antara lain H. Hayat dan Wiranta. Kemudian ia menjelaskan mengenai asal-usul benjang adalah dari desa Ciwaru Ujungberung, ada juga yang menyebutkan dari Cibolerang Cinunuk, ternyata kedua daerah ini sampai sekarang merupakan tempat berkumpulnya tokoh-tokoh benjang, mereka berusaha mempertahankan agar benjang tetap ada dan lestari, tokoh benjang saat ini yang masih ada, antara lain Adung, Adang, Ujang Rukman, Nadi, Emun, dan masih ada lagi tokoh yang lainnya yang belum sempat penulis catat.

Read more »

Perjuangan Persilat belum Berakhir

Posted in artikel on July 19, 2007 by pencaksilat

Perjuangan organisasi pencak silat dunia (Persilat) tidak pernah mengenal kata akhir dalam memperjuangkan cabang pencak silat dipertandingkan secara resmi di Asian Games. Setelah gagal dimainkan di Asian Games XV/2006, Doha, Qatar, Persilat kini berupaya memasukkan pencak silat pada Asian Games XVI/2010 di Beijing, Cina.

Read more »

Pencak Silat Bisa Jadi Cabang Tradisional

Posted in artikel on July 19, 2007 by pencaksilat

bla.jpg

Jakarta, Kompas – Sebagai cabang olahraga bela diri tradisional Nusantara, pencak silat bakal disiapkan untuk menjadi cabang tradisional yang dipertandingkan di Olimpiade 2012, di mana Inggris akan menjadi tuan rumah pesta olahraga masyarakat mondial itu.

Hal tersebut dijelaskan Rachmat Gobel, Ketua Harian Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), saat membahas tentang evaluasi keikutsertaan kontingen Indonesia ke Kejuaraan Internasional Pencak Silat Kerajaan Inggris Raya (UK Pencak Silat International Championships) 2006 yang berlangsung 7-9 Juli lalu.

Read more »

CIMANDE Guru Mas Don

Posted in aliran on March 21, 2007 by pencaksilat

Kali ini DUEL menyajikan pembahasan yang intinya menjelaskan betapa dihargainya pencak silat oleh bangsa lain, dan agar diketahui juga bahwa sebenarnya pencak silat Indonesia sudah lama dipelajari di luar negeri. Selain dianggap sangat rahasia, ilmu beladiri dari Indonesia tersebut dijadikan beladiri yang eksklusif. Guru Mas Don adalah seorang praktisi beladiri dari Murrysville, Pennsylvania, Amerika Serikat yang telah menekuni seni beladiri pencak silat (poekoelan pentjak silat Cimande) dari Indonesia selama 25 tahun.

Read more »