Pencak Silat oh Nasipmu…….
pantes aja banyak kebudayaan kita yang ilang dan diaku negara lain, nah kalo kementrian kita yg ngurusin olahraga aja justru lebih memperhatikan bela diri negara lain dari pada kita..
dan ironis, program ini sangat didukung oleh sang TS, entah dia Warga Negara mana?
Definisi Olahraga Beladiri Tradisional adalah keseluruhan cabang beladiri dari seluruh dunia yang masuk Indonesia namun belum memiliki Induk organisasi keolahragaan resmi. Tradisional disini, beladiri tersebut diakui keberadaannya di Negara asalnya. Kita jangan berbicara Pencak Silat dan Aliran karate lagi karena keduanya sudah diakui sebagai olahraga prestasi di Indonesia dan memiliki induk organisasi Seperti IPSI dan FORKI.
Add comment November 2, 2009
Sahabat Silat Peduli “Gempa Padang”
Sahabat Silat memfasilitasi keberangkatan tim dari Cimande dipimpin Pak Cemong (kusmedi), Pendekar Pamacan Cimande, untuk membantu pengobatan korban gempa di Sumatera Barat dengan cara tradisional khas Cimande. Insya Allah tim akan berangkat dari Bogor, besok tanggal 6 oktober 2009. Hal ini bisa terlaksana, antara lain dengan kerjasama antara sahabat silat dan warga minang di Jakarta, tanah abang dibantu oleh Guru Silek Harimau, Edwel Datuk Rajo Gampo Alam.. Kita doakan Pak Cemong beserta tim dapat segera membantu saudara-saudara kita yg tertimpa musibah di Sumbar dan segala daya upaya beliau beserta semua yg terlibat mendapat rahmat dan berkah dari Allah SWT. ref: SahabatSilat
Add comment Oktober 21, 2009
Mengenal Pusat Budaya Betawi di Setu Babakan
Mengenal Pusat Budaya Betawi di Setu Babakan
Setu Babakan yang terletak di Selatan Jakarta, lebih tepatnya berlokasi di wilayah Kelurahan srengseng sawah, Kecamatan Jagakarsa Jakarta selatan ini, menyimpan satu object wisata budaya yang sangat menarik berupa Perkampungan Budaya Betawi, dan oleh pemerintah DKI Jakarta,dijadikan Cagar Budaya Betawi yang menyimpan keistimewaan khususnya bagi warga Jakarta untuk melihat dari dekat berbagai kesenian dan budaya betawi yang ada hingga saat ini. (lagi…)
Add comment Agustus 21, 2009
Hut Komunitas Silat FP2STI ke 3
Tanggal 15 Agustus 2009 menjadi hari yang berbeda bagi Komunitas Pencak Silat Indonesia (SahabatSilat), karena pada hari ini sahabat penggila silat berkumpul dan bersilaturahim sambil merayakan syukuran HUT Forum Pecinta Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI) yang ke-3, Hut FP2STI sebenarnya jatuh pada bulan Juni yang lalu, dan sesuai dengan tema Silaturahim dan kopi darat menjelang bulan puasa maka acaranya pun jatuh pada hari tersebut.
Tidak kurang 12 perguruan undangan dari Jakarta, Jawabarat, Jawa Tengah hingga ada tamu dari Sumatra Barat hadir ikut memberikan apresiasinya kepada forum, begitupun dengan para sesepuh ( guru utama ) pada masing-masing aliran ikut hadir dengan antusiasnya kepada silat tradisional.
Add comment Agustus 17, 2009
Nonton Film Silat “Merantau”
Akhirnya Film yang ditunggu-tunggu oleh kalangan pecinta silat sudah dapat di saksikan mulai 6 Agustus 2009. Komunitas Silat Indonesia mendapat undangan nontong bareng dengan sutradara (Gareth Huw Evans) dan pemain utama ( Yuda -Iko Yuwais) dan hadir juga beberapa pemain utama lainnya di Gala Premier pada hari Kamis, 30 Juli 2009 jam 19.30 di Cinema XXI, Plaza Indonesia, Komunitas Silat Indonesia di wakili oleh anggota Milis SilatIndonesia.com dan Anggota Forum Diskusi SahabatSilat.com.

1 comment Agustus 9, 2009
Kelompok Silat Tradisi Tidak Tersentuh IPSI
Padang, Kompas – Lebih dari 50 persen kelompok silat tradisi Minangkabau di Provinsi Sumatera Barat belum tersentuh Ikatan Pencak Silat Indonesia. Kelompok silat tradisi umumnya mengutamakan nilai luhur dalam silat ketimbang mencari poin nilai atau menjatuhkan lawan.
Edi Utama, Ketua Bidang Khusus GSB IPSI Sumatera Barat, Minggu (21/12) di sela-sela Pertemuan 50 Perguruan Silat Tradisi Minangkabau yang diadakan Bidang Khusus Gelanggang Silih Berganti Ikatan Pencak Silat Indonesia (GSB IPSI) Pengprov Sumatera Barat, mengatakan, kelompok silat tradisi yang tersentuh oleh IPSI baru sebatas kelompok yang ada di pusat kota. Kelompok-kelompok silat tradisi lain umumnya tidak pernah dilibatkan dalam kegiatan IPSI. (lagi…)
2 comments Desember 27, 2008
Tubagus Bambang Sudrajat Penerus Ilmu Silat Asli Betawi
Seorang pria mengayunkan golok di tangannya dengan sekuat tenaga, berusaha untuk melukai pria lain di hadapannya. Tiba-tiba, sebelum mata sempat melihat dengan seksama, si pria pemegang golok malah jatuh tersungkur akibat terkena tangkisan lawannya.
Aksi di atas hanyalah latihan yang dilakukan di aula Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, beberapa waktu lalu. Dan pria yang berhasil menghela serangan tadi tak lain adalah Tubagus Bambang Sudrajat, guru besar silat asli dari Betawi. (lagi…)
Add comment Desember 23, 2008
Gerak Gulung, Silat Tua yang tetap terjaga
Dari ratusan aliran silat di Nusantara tidak semuanya muncul kepermukaan, bahkan hingga kini masih sebagian kecil yang bisa terungkap dan membuka diri, salah satunya silat Gerak Gulung Budi Daya ( Gerak Gulung) yang berusaha memperkenalkan diri melalui kegiatan Workshop dan diskusi yang di selenggarakan oleh Komunitas Silat Indonesia dan Sahabat Silat pada Sabtu 20 Desember 2008 di Teater Utan Kayu Jakarta Timur.

Tepat Jam 9.30 wib Workshop di mulai dengan sambutan dari penitia dan sesepuh Komunitas yaitu Bapak Bambang Sarkoro dan Bapak Eddy M Nalapraya yang menyempatkan diri Hadir. “Saya hadir jauh-jauh dari Cipayung karena saya masih perduli dengan pencak silat tradisional”, kata Eddy M Nalapraya memulai sambutannya, Ia pun berpesan untuk menjaga silat tradisional ini tetap di jaga kelestariannya. (lagi…)
Add comment Desember 21, 2008
WORKSHOP Pencak Silat GERAK GULUNG
Kerajaan Pajajaran adalah sebuah kerajaan yang diperkirakan di Pakuan (Bogor) di Jawa Barat. Dalam naskah-naskah kuno nusantara, kerajaan ini sering pula disebut dengan nama Negeri Sunda, Pasundan, atau berdasarkan nama ibukotanya yaitu Pakuan Pajajaran. Beberapa catatan menyebutkan bahwa kerajaan ini didirikan tahun 923 oleh Sri Jayabhupati, prasasti Sanghyang Tapak.
Namun hingga kini tidak banyak masyarakat yang mengetahui sisa-sisa dari peninggalan kerajaan padjadjaran baik berupa bukti sejarah hingga aliran beladiri yang digunakan seolah “ada namun tiada, tiada tapi ada“, begitulah istilah yang kerap kali menjadi misteri sejarah kerajaan tersebut hingga kini.

Add comment Desember 9, 2008








