Pencak Silat Diharapkan Jadi Dipertandingkan di Asian Games 2018

Jakarta – Sampai saat ini belum ada keputusan final apakah pencak silat bakal dipertandingkan di Asian Games 2018 atau tidak. Oleh karenanya, pemerintah melalui Kemenpora terus berusaha agar cabor tersebut dipertandingkan.

Awal tahun ini, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengutarakan akan mempertandingkan 37 cabang olahraga (cabor) di Asian Games 2018. Sebanyak 28 cabang olahraga dari Olimpiade, empat cabang olahraga khas Asia, dan lima lainnya merupakan usulan tuan rumah dan OCA.

Dari lima cabang usulan itu, OCA sudah mengajukan boling dan kriket, sementara KOI meminta bridge, panjat tebing, dan pencak silat.

Sekretaris Jenderal KOI, Doddy Iswandi, saat itu mengatakan jumlah cabang olahraga itu masih bisa berubah. Keputusan tergantung hasil rapat Komite Koordinasi (CorCom) dengan Olympic Council of Asia (OCA) di Jakarta, yang dihelat pertengahan Januari lalu.

Namun, belum ada keputusan final terkait lima cabor usulan tersebut karena baru akan diputuskan pada rapat OCA selanjutnya bulan September. Maka dari itu Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, bakal berusaha sekeras mungkin agar tiga cabang usulan KOI, khususnya pencak silat, bisa dipertandingkan.

Apalagi pencak silat adalah olahraga asli Indonesia dan jika dipertandingkan, maka akan meningkatkan gengsi serta prestise. Selain tentunya jadi mesin penghasil medali emas untuk Indonesia.

“Pemerintah akan berusaha dan terus berjuang pencak silat tidak hanya bertanding di SEA Games saja, Insya Allah pencak silat bisa dipertandingkan di Asian Games 2018. Saat ini, pemerintah juga sedang memperjuangkan agar pencak silat dapat dipertandingkan di Olimpiade,” ujar Imam dalam rilis yang diterima detikSport.

Hal itu dikatakan Imam dalam acara pembukaan Parapatan Luhur (Musyawarah Pusat) PSHT Tahun 2016 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (10/3) sore kemarin. Dalam kesempatan sama, Imam juga diangkat sebagai warga kehormatan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Penghargaaan ini diberikan karena latar belakang Menpora sebagai santri dan komitmen dalam mengembangkan pencak silat.

“Saya berpesan marilah kita tunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, tunjukkan prestasi kita, tunjukkan bahwa pencak silat itu lahir dari Indonesia, bukan dari negara lain dan semoga parapatan luhur ini berjalan baik lancar dan semoga terpilih kepengurusan organisasi yang dapat membawa persaudaraan ini ke arah yang lebih baik,” sambungnya.

Acara Parapatan Luhur PSHT kali ini mengangkat tema Membangun Manusia Berbudi Luhur Sebagai Bagian Dari Revolusi Mental. Acara akan berlangsung mulai dari tanggal 10-12 Maret 2016 dan dihadiri sekitar 350 peserta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s