Turnamen Pencak Silat Berlangsung di Austria

Bisnis.com, WINA – Kelompok SILAT Akademie mendapatkan gelar Tim Terbaik dalam turnamen Pencak Silat Austrian Open 2017, yang berlangsung di Wina, Austria, Sabtu (24/6/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar RI untuk Austria Darmansjah Djumala menyerahkan piala Indonesian Ambassador Cup kepada SILAT Akademie. Djumala juga memberikan piala Ambassador Cup kepada pemenang kategori Pesilat Terbaik Pria, Markust Arndt dari perguruan Penca Silat Perchtoldsdorf, dan pemenang gelar Pesilat Terbaik Wanita, Isabella Dietz dari SILAT Akademie.

Turnamen Pencak Silat Austrian Open tahun ini diikuti oleh 40 atlet pencak silat dari Austria, Prancis dan Jerman. Dari Austria sendiri, terdapat sekitar 20 orang pesilat yang turut berpartisipasi dalam kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Pencak Silat Verband Österreich atau Persatuan Pencak Silat Austria tersebut.

Turnamen Austrian Open terdiri atas dua kelas, yakni kelas tanding (full contact) dan kelas seni (forms). Masing-masing kelas dibagi berdasarkan lima kelompok umur dan jenis kelamin. Kelompok umur termuda terbuka bagi pesilat berusia 8 – 10 tahun.

Meski jumlah peserta relatif mengalami penurunan pada tahun ini, menurut Stephan Taibl, ketua Persatuan Pencak Silat Austria, kualitas pertandingan tetap terjaga karena kelompok pencak silat dari negara-negara di kawasan Eropa tersebut tetap mengirimkan atlet-atlet terbaik mereka.

Sementara itu, Duta Besar Djumala menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia menargetkan pencak silat dapat memperoleh pengakuan dunia sebagai salah satu cabang olah raga dan dipertandingkan dalam Olimpiade 2024.

“Saat ini pencak silat telah berhasil masuk dalam Asian Games, dan dijadwalkan akan masuk ke Olimpiade tahun 2020 dalam tingkat ekshibisi. Diharapkan target ini akan mampu mendorong peningkatan kuantitas sekaligus kualitas pesilat di luar negeri, khususnya di Austria,” ujarnya.

Acara pembukaan Turnamen Pencak Silat Austrian Open 2017 juga dimeriahkan oleh penampilan tari Roro Ngigel yang dibawakan oleh kelompok tari Shivanata dari kota Wina. Selanjutnya Stephan Taibl beserta rekannya dari padepokan

Pencak Silat Anak Harimau juga mempertunjukan beberapa jurus silat sebagai penanda dibukanya Austrian Open 2017.

Stephan Taibl mempelajari silat sejak tahun 1992 di Jakarta dan Sumatra Barat, kemudian pada tahun 2001 mendirikan padepokan silat Anak Harimau di kota Ladendorf yang berjarak sekitar 50 KM dari kota Wina.

Dukungan KBRI Wina bagi penyelenggaraan Turnamen Pencak Silat Austrian Open 2017 merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan pencak silat sebagai salah satu seni budaya Indonesia sekaligus cabang olah raga kepada publik luas, khususnya masyarakat Austria.

Olah raga silat cukup diminati oleh publik di Austria. Hal ini terlihat dari jumlah kelompok silat yang tersebar di berbagai kota di Austria. Saat ini tercatat 9 kelompok silat berada di bawah naungan Persatuan Pencak Silat Austria. Di antara kelompok tersebut, terdapat sejumlah kelompok aliran pencak silat yang berasal dari Indonesia, yakni Anak Harimau, Tapak Suci, Harimurti, Perpi Mataram, dan Panglipur.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s