PASEBAN LAMA

Sabtu, 13 Januari 2007

Celik Mata, Cepet Tangan
Sebuah pukulan datang sangat cepat, mengarah ke muka. Tapi lelaki tua itu denganenteng menepisnya. Serangan berikut tak kalah mengejutkan. Lagi-lagi dengan mudah ia tepis.

Berikutnya, tangan kanan kukuh lelaki tua itu menjangkau leher lawan. Sang penyerang dibuatnya perlaya. Ini memang bukan perkelahian sungguhan. Toh, orang bisa melihat keampuhan jurus silat sang Engkong. Di usianya yang menginjak 72 tahun, Salim bin Sinan masih tetap lincah dan bertenaga. “Yang penting, celik mata cepet tangan,” kata Salim sedikit membuka rahasia jurus silatnya itu.

Yang dimaksud Salim, ketika bertarung, mata harus jeli dan tangan bergerak cepat. Ini prinsip yang diajarkan gurunya, Mochammad Soleh. Sang guru, yang wafat pada sekitar 1978, adalah pendiri aliran Paseban. Dinamai Paseban karena sang pendiri memang tinggal di Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

M. Soleh mengembangkan ajaran Paseban sampai ke beberapa wilayah, termasuk Kebon Kacang, Kebon Melati, dan Tanah Tinggi. Tak jarang ia mendapat tekanan dari Kompeni Belanda saat mengajari jurus silatnya itu. Salim muda berguru kepada M. Soleh setelah berkelana dari satu guru ke guru lainnya. Tapi tak serta-merta ia percaya dengan ilmu calon guru barunya itu. Ia pun meminta izin untuk menjajal ilmu sang guru. “Begitu saya menyerang, tahu-tahu saya telentang.”

Tiap kali mendapat ilmu, “Babe saya minta setelan,” katanya. Maksudnya, ilmu yang baru dipelajari dicobanya untuk bertarung melawan Sinan, ayahnya. Dengan jurus Paseban yang dimilikinya, Salim sempat melempar ayahnya ke luar rumah. “Babe esen supaya ilmu ini saya pegang terus sampe mati,” katanya mengenang. Semenjak itu Salim mengembangkan ilmunya di Depok. Namun, bukan tanpa hambatan.

Beberapa kali ia mendapat tantangan, salah satunya dari preman setempat. Salim sebenarnya enggan meladeni preman itu, tapi akhirnya ia menerima dengan syarat: yang kalah harus pergi dari Depok. Hanya dalam sekali gebrak preman itu pingsan. “Saya dengar sekarang dia tinggal di Sumatera.” Kecepatan tangan memang jadi ciri khas silat Paseban, kejelian mata juga. Adapun karakter aliran ini adalah bertahan.

Serangan baru dilakukan setelah lawan menyerang. Pukulan pamungkas pisau tangan dan telapak biasanya diarahkan ke leher atau dada lawan. Seperti aliran etawi lainnya, Paseban jarang menggunakan tendangan. “Kaki hanya digunakan untuk menyapu kaki lawan,” kata Agus Suprayogi, salah satu murid Engkong Salim. Mempelajarinya cukup mudah.

Paseban Lama hanya mengenal 6 jurus dan 12 langkah. Dari situ bisa menghasilkan kombinasi gerakan yang tak terhingga. “Ilmu ini tak akan habis untuk digali sepanjang umur kita,” ucap sang Engkong.
AMAL IHSAN

2 pemikiran pada “PASEBAN LAMA

  1. Ampunnn… mase depan Betawi bakalan suram..diobok2 anak2 mude non betawi yg notebene cuma iseng2 doank cari name… bakalan ditandai dah..

  2. assalamuallaikum..sejujur nya dari hati ane yg paling dalam dan mimpi ane dari kecil ane kepingin bgt melestarikan pencak silat,terutama silat paseban.bagaimana ya dgn situasi yg skarang dgn anak2 muda nya,jauh berbeda dgn org2 jman dlu yg selalu serius dlam blajar ilmu beda diri dan skrg pun jarang skali kta liat anak2 muda yg mau mempelajari ilmu pencak silat.sebenar ane pya kenalan si seorang guru pencak silat paseban tp berhubung jarang peminat yg mau blajar ane jg jd bingung buat cari teman yg benar2 niat dan sungguh2,kalau sekira nya ada teman2 yg mau dan sungguh2 mau mempelajari pencak silat ane benar2 senang bgt deh ada teman nya..rmh ane didepok kalau ada yg mau gabung lebih enak nye kta kompromi dlu.hub ane aje ye tman2 083898384619 iwan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s