Pencak Silat Terasing di Negeri Sendiri

 Kalah Pamor dari Gangnam Style
SUARA terompet melengking, ditambah gendang yang membahana membuat para pendekar semakin atraktif memperlihatkan jurus-jurusnya dalam seni bela diri pencak silat. Kaki dan tangan yang tegap terlihat mempraktikkan kuda-kuda. Sesekali teriakan dan tepuk tangan penonton membuat aksi mereka di atas matras biru makin menarik perhatian.

Mereka para pendekar dari delapan perguruan pencak silat yang tampil silih berganti dalam festival Pencak Silat 2013 di Gedung Indonesia Menggunggat, Jln. Perintis Kemerdekaan Bandung, Sabtu (14/9). Kegiatan tesebut diselenggarakan Masyarakat Pencak Silat Indonesia (Maspi) dengan tema “Pencak Silat Membumi dan Mendunia”.

Pencak silat yang merupakan salah satu budaya Indonesia mempunyai nilai sangat tinggi. Namun seiring berkembangnya zaman, pencak silat semakin terpinggirkan, bahkan terasing di negeri sendiri. Pencak silat kalah pamor oleh gangnam style-nya Korea atau budaya lainnya yang datang dari luar.

Nilai seni yang tadinya kentara dalam seni bela diri tersebut telah luntur, tergantikan nilai olahraga yang menjunjung prestasi. Walaupun kondisi tersebut tidak terlalu salah, namun dinilai telah menghilangkan tradisi lama seni bela diri pencak silat yang memuat nilai spiritualitas dan falsafah yang dalam.

“Awalnya pada tahun 1948, pencak silat yang merupakan perpaduan antara mental spiritual, seni dan bela diri dijadikan salah satu cabang olahraga yang dilombakan dalam ajang tertentu dan dibawahi langsung oleh KONI,” papar Asep Gurwawan, Ketua Umum MASPI di sela-sela acara.

Dari pengalaman Asep, orang-orang luar sangat meminati pencak silat karena muatan seninya, di samping nilai falsafah yang tercermin dari setiap gerakannya.

“Perguruan pencak silat harus mempertahankan tradisi-tradisi yang terpendam dalam seni bela diri ini, jangan sampai cul dogdog tinggal igel,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) harus menyelenggarakan even-even yang bertujuan untuk melestarikannya. Para pemuda juga jangan gengsi dan menganggap pencak silat sebagai adalah seni yang kampungan dan kolot.

“Harus mulai lagi digencarkan di setiap sekolah untuk mengajarkan pencak silat dengan didiringi musik sebagai repersentasi dari seni. Jangan sampai anak-anak kita nantinya mesti ke Belanda saat ingin mempelajari pencak silat. Sebab di sana mereka sangat antuias mempelajari dan melestarikan pencak silat,” tuturnya.

Pencak silat juga mengajarkan bagaimana menghadapi lawan agar mengerti, bukannya disakiti.

(sut.job)**
Sumbernya : Maap lupa

2 pemikiran pada “Pencak Silat Terasing di Negeri Sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s