Perpaduan Silat dan Wushu

JAKARTA — Sebanyak 14 atlet pelatnas pencak silat siap diberangkatkan ke Shanghai, Cina, untuk menjalani uji coba terakhir menjelang pelaksanaan SEA Games 2007 di Nakhon Ratchasima, Thailand, Desember mendatang.

Mereka, yang terdiri atas delapan pesilat putra dan lima putri, akan melanjutkan program pelatnas di Shanghai University of Sport selama hampir satu bulan. Salah satu program di sana adalah para pesilat akan diberikan pelatihan cara melakukan teknik penyerangan dengan kecepatan tinggi.

Menurut pelatih Taslim Azis, salah seorang pelatih Wushu dari aliran Shan Sao sudah melihat rekaman video para pesilat Indonesia dalam kejuaraan dunia di Malaysia pekan lalu. Kelemahan mereka adalah teknik menyerang yang kurang baik.

“Nanti kami akan membicarakan masalah itu dan, kalau memang bisa membantu atlet Indonesia untuk bisa lebih baik, pasti akan kami terima ilmunya,” kata Taslim ketika dihubungi melalui telepon selulernya kemarin.

Pelajaran tambahan tersebut, dikatakan Taslim, tidak akan mengganggu atau bertabrakan dengan ajaran silat. Alasannya, masih ada kemiripan teknik dengan yang dipakai para pesilat. Selain itu, ia tidak akan mengajarkan teknik di luar aturan pencak silat.

Terkait dengan gagalnya Indonesia menjadi juara umum pada kejuaraan dunia lalu, manajer tim I Made Agra mengatakan salah satu kelemahan atlet Indonesia adalah power yang masih kurang dan belum bermental juara. Ia berharap, melalui latihan di Cina, timnya akan bisa bertanding lebih baik di SEA Games nanti.

oleh : MUSLIMA HAPSARI

3 pemikiran pada “Perpaduan Silat dan Wushu

  1. Keberhasilan team Indonesia di Sea Games 24th di Nakon Rachasima, bukan karena berlatih di Shang hai bersama dengan Wushu, Team ini memang sudah siap mental dan serius tanding, terlatih dengan baik. Mereka datang ke China hanya refresing saja dan menyuaikan udara sebelum sampai di Nakon Rachasima yang udaranya juga dingin.
    Tim ini berbeda dengan tim Indonesia yang diturunkan di Kajuaran Dunia yg diadakan di Pahang Malaysia. Tim itu belum siap dan tidak bermental juara, saya mengamati tim ini sepantasnya juga diikut sertakan perlombaan kejuaraan “cheer leader”, displin nyanyi dan jogetnya sangat jago semuanya.(bercanda ni ye)
    Kemampuan pesilat itu tidak bisa dirubah dalam waktu singkat, harus melalui proses nyang bertahap dan terstruktur.
    Jadi tak ada gunanya berlatih di China, pelatih didalam negeri lebih tahu akan Pencak Silat dari pada pelatih Wushu.
    Selamat tuk IPSI berhasil mematahkan dominasi Vietnam. Pesan saya tuk adik adik peilsat Indonesia, jangan cepat puas atas kesuksesan yg sudah lalu. Vietnam, Thailand dan Laos sebagai tuan rumah tidak akan tidur untuk mengalahkan negara pendiri pencak silat.

    Ciao

    . O’ong Maryono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s