Perjuangan Persilat belum Berakhir

Perjuangan organisasi pencak silat dunia (Persilat) tidak pernah mengenal kata akhir dalam memperjuangkan cabang pencak silat dipertandingkan secara resmi di Asian Games. Setelah gagal dimainkan di Asian Games XV/2006, Doha, Qatar, Persilat kini berupaya memasukkan pencak silat pada Asian Games XVI/2010 di Beijing, Cina.

‘’Selagi hayat masih di kandung badan, saya tetap berjuang memperjuangkan pencak silat dipertandingkan di Asian Games. Perjuangan ini memang cukup berat namun saya tak pernah menyerah,’’ kata Presiden Persilat Eddy Marzuki Nalapraya seusai memberikan gelar Pendekar Kehormatan kepada Dubes Jepang untuk Indonesia, Yutaka Iimura, di Padepokan Pencak Silat Indonesia Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Minggu (19/3) lalu.

Menurut sesepuh pencak silat itu, gelar Pendekar Kehormatan untuk Yutaka Iimura juga bagian dari Persilat mempermulus upaya memasukkan pencak silat ke Asian Games. Sebagai salah satu negara raksasa di bidang olah raga, Jepang tentu diharapkan mampu melobi Cina agar pencak silat dapat dimainkan di Asian Games XVI/2010 di Beijing.

Yutaka Iimura yang kemarin secara resmi mengakhiri tugasnya sebagai Dubes di Indonesia, merupakan sosok yang dedikasinya dan perhatiannya terhadap olah raga pencak silat sangat tinggi. Berkat bantuan Iimura, pencak silat pernah dipertandingkan di Jepang pada 1998 di Universitas Wasido. “Perhatian beliau kepada silat begitu besar dan selalu hadir menyaksikan silat sejak lama. Kami banyak diskusi dengan beliau dalam upaya memajukan silat di Jepang. Kekerabatan kami begitu besar sebagai sesama pembina olah raga bela diri,” ujar Eddy.

Meski sudah tidak menjabat dubes untuk Indonesia, Iimura berjanji akan terus melakukan hubungan dengan Persilat. “Saya tidak menyangka selama tujuh tahun enam bulan berada di Indonesia harus balik ke Jepang. Saya tidak pernah bermimpi akan mendapatkan gelar kehormatan seperti ini. Sungguh hal yang membanggakan dipercaya memiliki gelar tersebut. Niat awal saya adalah ingin menjalin hubungan yang baik dengan sesama ilmu bela diri,” ucap Iimura.

Gelar kehormatan diberikan Persilat kepada individu yang dianggap telah berjasa atau turut membantu pengembangan olah raga silat. Sebelumnya Persilat memberikan gelar kehormatan kepada mantan presiden Soeharto dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (035)
Sumber : http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2006/3/21/or3.htm

Kehadiran di Asian Games Perlu Dukungan Penuh PemerintahKompas – Keikutsertaan pemerintah dalam memasyarakatkan pencak silat ke penjuru dunia merupakan kunci terakhir yang hingga saat ini masih belum juga terlihat peran aktifnya sama sekali.

”Sebab, kalau hanya mengandalkan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa (Persilat) saja, keadaannya hanya seperti yang sudah-sudah kami peroleh sejauh ini,” kata Eddie Marzuki Nalapraya, Presiden Persilat, Minggu (19/3).

Hal tersebut dikemukakannya seusai acara penyerahan gelar Pendekar Kehormatan kepada Yutaka Iimura Purba Pakpak, mantan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, yang akan meninggalkan Jakarta hari Senin ini. Iimura yang juga pengajar iaido merupakan Duta Besar untuk Indonesia pertama yang menerima gelar dari Persilat.

Sekarang, menurut Eddie, di Eropa juga sudah ada kejuaraan dua tahunan pencak silat. Namun, tetap saja pencak silat belum dapat masuk ke pesta olahraga masyarakat Asia, apalagi pekan olahraga masyarakat dunia. ”Padahal, kalau dilihat, upaya kami yang di Persilat sudah all out. Bahkan, dalam waktu dekat ini kami mengirim tim ke Perancis dan Belanda juga dalam rangka memasyarakatkan silat,” ucap pensiunan jenderal Angkatan Darat bintang dua itu.

Bentuk keterlibatan pemerintah yang paling mudah, mungkin, melalui Departemen Luar Negeri. ”Sebab, mereka kan ada bidang publik diplomasinya. Cobalah dimanfaatkan,” katanya. (NIC)
Sumber : http://www.kompas.com/kompas-cetak/0603/20/or/2522035.htm

Satu pemikiran pada “Perjuangan Persilat belum Berakhir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s