Mereka memberi nyawa pencak silat

Kegiatan pencak silat sepanjang tahun 2005-2006 tidak pernah sepi, rutinitas kejuaraan dari tingkat regional baik untuk perguruan hingga tingkat nasional terus bergulir dan terlaksana dibeberapa kota di Indonesia.

Memperhatikan kegiatan kejuaraan yang ada nampaknya program tersebut dibuat hanya seperti mengejar target semata, dan tujuannya sebatas pada penyelenggaraan kejuaraan, bukan lagi bagaimana membinaan untuk prestasi jangka panjang yang sesungguhnya.

Seperti apa sih prestasi yang sesungguhnya?, sudah tentu prestasi yang tidak hanya dapat dirasakan oleh diri si atlit, tapi juga oleh orang lain, karena sepanjang kejuaraan pembinaan kepada atlit prestasi hanya difokuskan untuk menjadi juara-juara di atas matras, tapi tidak untuk masyarakat luas.

Untungnya masih ada idealisme yang datang dari kelompok-kelompok yang datang dari berbagai latarbelakang perguruan mereka mencoba mencari esensi pencak silat, mempelajari, hingga mengekplorasi untuk kepentingan pengetahuan yang hasilnya dikembalikan lagi kepada masyarakat silat.

Sudah tentu mereka seolah memberi nyawa pada pencak silat dengan warna yang lebih indah dan bisa dinikmati oleh semua kalangan, mengharumkan nama bangsa tidak melulu harus melalui olahraga prestasi Sumber : silatindonesia.com

Satu pemikiran pada “Mereka memberi nyawa pencak silat

  1. Awali segala sesuatu dengan basmallah…apalagi niatnya bae
    aneh n terlalu sempit cara pandang tentang elmu persilatan…kalo yang serampangan ga usah dianggap…apalagi ada yang bicara bid’ah??? wow… kalo begitu caranya naek motor juga bid’ah? pan Rosul cuma ada onta???? waduh makin ribet aja cara pandang kita…sempit…
    Islam itu mudah… luas dan mengikuti zaman,,,kalo kagak mana mungkin Alloh firmankan ini agama yang terlengkap…apa aje ada bang..
    manusia dicipta memerlukan ciptaaNnya yang lain yang dihalalkan untuk dikonsumsi, apalagi elmu….nyang kaga boleh elmu KESYIRIKAN…
    dah dl yee
    Wassallam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s