Posts filed under 'opini'
[Komunitas] Membangun Pencak Silat Bersama
Mungkin satu-satunya organisasi terbesar saat ini adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Organisasi ini memiliki perwakilan hingga lebih dari 33 daerah di Indonesia. IPSI mewadahi pula organisasi tingkat perguruan baik yang kecil, menengah hingga yang besar, wajarlah IPSI adalah satu-satunya organisasi yang sangat penting bagi perkembangan pencak silat di Tanah Air.

Maju dan mundurnya pencak silat ternyata juga di pengaruhi oleh factor SDM atau sumber daya manusianya, baik dalam perguruan hingga kepengurusan organisasi IPSI daerah hingga tingkat Pusat. Hal ini sangat perlu membangun kualitas SDM di segala bidang yang nyatanya memang sangat berpengaruh terhadap perkembangan pencak silat di Tanah Air.
1 comment November 10, 2007
Seni Silat
UNTUK apa belajar silat? Pertanyaan ini sering diajukan, dan jawabannya ternyata bisa banyak. Sekarang ini, dunia persilatan adalah bagian dari olahraga. Pencak silat pun, sebagai olahraga, dipertandingkan di berbagai kejuaraan, termasuk di arena PON yang kini digelar di Surabaya. Penonton bisa berjubel, silat dilihat sebagai adu ketangkasan.
Dalam hal ketangkasan itu, silat digolongkan sebagai ilmu bela diri, seperting kungfu, taekondow dan semacamnya. Namun, ada pula silat yang tujuan utamanya bukan bela diri, tetapi semata-mata untuk kesehatan. Biasanya silat jenis ini lebih mengacu kepada ilmu pernapasan dan membangkitkan tenaga dalam yang memang sudah ada di tubuh setiap manusia. Kelompok-kelompok seperti Satria Nusantara, Merpati Putih, bisa digolongkan dalam jenis ini. Tentu juga termasuk yang lebih “halus” seperti Wai Thang Kung, Tai Chi dan sebagainya.
1 comment Juli 19, 2007
Mereka memberi nyawa pencak silat
Kegiatan pencak silat sepanjang tahun 2005-2006 tidak pernah sepi, rutinitas kejuaraan dari tingkat regional baik untuk perguruan hingga tingkat nasional terus bergulir dan terlaksana dibeberapa kota di Indonesia.
Memperhatikan kegiatan kejuaraan yang ada nampaknya program tersebut dibuat hanya seperti mengejar target semata, dan tujuannya sebatas pada penyelenggaraan kejuaraan, bukan lagi bagaimana membinaan untuk prestasi jangka panjang yang sesungguhnya.
Seperti apa sih prestasi yang sesungguhnya?, sudah tentu prestasi yang tidak hanya dapat dirasakan oleh diri si atlit, tapi juga oleh orang lain, karena sepanjang kejuaraan pembinaan kepada atlit prestasi hanya difokuskan untuk menjadi juara-juara di atas matras, tapi tidak untuk masyarakat luas.
Untungnya masih ada idealisme yang datang dari kelompok-kelompok yang datang dari berbagai latarbelakang perguruan mereka mencoba mencari esensi pencak silat, mempelajari, hingga mengekplorasi untuk kepentingan pengetahuan yang hasilnya dikembalikan lagi kepada masyarakat silat.
Sudah tentu mereka seolah memberi nyawa pada pencak silat dengan warna yang lebih indah dan bisa dinikmati oleh semua kalangan, mengharumkan nama bangsa tidak melulu harus melalui olahraga prestasi Sumber : silatindonesia.com
Add comment Oktober 21, 2006







