Prabowo persilakan halaman rumahnya jadi tempat latihan silat

Sindonews.com – Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI), Prabowo Subianto menyampaikan rasa suka citanya dan apresiasi atas prestasi yang diperoleh atlet pencak silat Indonesia yang menjadi juara umum SEA Games XXVII 2013 di Myanmar.

Dari cabang olah raga ini, mampu menyumbangkan empat emas, empat perak dan tiga perunggu bagi tim Indonesia di ajang SEA Games XXVII 2013 yang berlangsung di Myanmar.2jFG5bBmUK
Baca pos ini lebih lanjut

Pencak Silat Diusulkan Dipertandingkan di Olimpiade

JAKARTA, suaramerdeka.com – Tiga tahun sudah asosiasi mantan atlet Olimpiade Indonesia (IOA) terbentuk. Organisasi yang dipimpin Anton Suseno (mantan petenis meja) tersebut bakal merayakan hari jadinya di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Selasa (3/12) malam. Kini, IOA sudah memiliki 254 anggota mantan atlet yang tampil di Olimpiade sejak 1952 hingga 2012.

Selain Anton Suseno, para olimpian yang tergabung dalam IOA antara lain Lukman Niode (renang), Kresna Bayu (judo), Purnomo M Yudhi, Emma Tahapary (atletik), Yayuk Basuki (tenis), Richard Sambera (renang), Ricky Subagja, Susi Susanti, Alan Budikusuma, Taufiq Hidayat (bulutangkis), Hadi Wihardja (angkat besi) dan La Paene Masara (tinju). Baca pos ini lebih lanjut

Xanana Resmi Larang Pencak Silat di Timor

Kepolisian Timor Leste memperingatkan bahwa tidak aka nada toleransi bagi mereka yang tetap mempraktikkan bela diri Pencak Silat, setelah pemerintah melarangnya menyusul kekerasan maut antar geng di sana, kata Armando Monteiro, seorang kepala penyelidik Kepolisian Nasional Timor Leste.

“Kelompok bela diri manapun yang melanggar keputusan pemerintah akan berurusan dengan hukum,” katza Monteiro. Akan ada “Nol toleransi bagi kegiatan bela diri di negara ini.“  Sekolah dan kelompok pencak silat, yang diadaptasi dari seni bela diri Indonesia, mempunyai sejarah panjang di Timor Leste, dengan banyak murid pencak silat di masa lalu ikut berjuang melawan pendudukan tentara Indonesia. Baca pos ini lebih lanjut

Pencak Silat VS Tantangan Zaman

Pada hari Minggu (22/9) lalu Adhigana Pencak Silat Club – Bintaro Jaya (yang sebelumnya bernama Al-azhar Seni Bela Diri cabang Bintaro Jaya) yang bekerjasama dengan Tangtungan Project dari Jogyakarta menggelar kegiatan Workshop Pencak Silat vs Tantangan Zaman. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Buya Hamka, Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan.

Kegiatan workshop ini diikuti oleh sekitar 40 orang peserta yang berasal dari berbagai latar belakang termasuk para praktisi beladiri selain pencak silat, yaitu dari beberapa cabang beladiri kempo, judo, karate dan Thai Boxing. Workshop juga dihadiri oleh masyarakat awam termasuk beberapa orang pengurus Masjid Raya Bintaro Jaya. Baca pos ini lebih lanjut

Pencak Silat Terasing di Negeri Sendiri

 Kalah Pamor dari Gangnam Style
SUARA terompet melengking, ditambah gendang yang membahana membuat para pendekar semakin atraktif memperlihatkan jurus-jurusnya dalam seni bela diri pencak silat. Kaki dan tangan yang tegap terlihat mempraktikkan kuda-kuda. Sesekali teriakan dan tepuk tangan penonton membuat aksi mereka di atas matras biru makin menarik perhatian.

Mereka para pendekar dari delapan perguruan pencak silat yang tampil silih berganti dalam festival Pencak Silat 2013 di Gedung Indonesia Menggunggat, Jln. Perintis Kemerdekaan Bandung, Sabtu (14/9). Kegiatan tesebut diselenggarakan Masyarakat Pencak Silat Indonesia (Maspi) dengan tema “Pencak Silat Membumi dan Mendunia”.

Pencak silat yang merupakan salah satu budaya Indonesia mempunyai nilai sangat tinggi. Namun seiring berkembangnya zaman, pencak silat semakin terpinggirkan, bahkan terasing di negeri sendiri. Pencak silat kalah pamor oleh gangnam style-nya Korea atau budaya lainnya yang datang dari luar.
Baca pos ini lebih lanjut

Timor Leste Larang Pencak Silat

Ada berita yang kurang sedap di dengar mengenai pelarangan silat di Timor Lesta, dalam informasi ini sdh dijelaskan mengapa sampaii dilarang, jelas Ego perguruan harusnya mulai di kurangi, silahkan dibaca dan jangan lupa komentar temen2 semua.

 

KOMPAS.com — Pemerintah Timor Leste melarang diajarkannya seni bela diri pencak silat di negeri tersebut setelah terjadinya rangkaian tindak kekerasan yang melibatkan anggota perguruan tersebut.

Setidaknya 12 warga Timor Leste terbunuh dan 200 lainnya cedera dalam persaingan antarpara anggota perguruan pencak silat dalam dua tahun terakhir. Hal ini diungkapkan oleh kepala polisi Timor Leste, Armando Monteiro.

“Semua anggota perguruan silat yang menentang keputusan pemerintah akan berurusan dengan hukum,” kata Monteiro. “Kami tidak lagi bertoleransi terhadap kegiatan bela diri di negara ini.”

Pencak silat memiliki sejarah panjang di Timor Leste sejak masih menjadi wilayah Indonesia pada 1975. Banyak anggota perguruan silat yang pada masa lalu mendukung gerakan kemerdekaan Tinor Leste.

Namun, para anggota perguruan ini kemudian saling bersaing dan saling bunuh sejak meningkatnya suhu politik di negera tersebut pada 2006. Baca pos ini lebih lanjut

FPSI 2013: Upaya Memasyarakatkan Silat Indonesia di Belanda

Sebagai upaya untuk semakin mempromosikan dan memasyarakatkan Pencak Silat Indonesia di Belanda, KBRI Den Haag bekerjasama dengan Forum Perguruan Pencak Silat Indonesia di Belanda (FPPSI) pada hari Sabtu, 20 April 2013 telah menyelenggarakan Festival Pencak Silat Indonesia (FPSI) 2013 di Gedung Museon Den Haag. Kegiatan tersebut diikuti oleh 126 pesilat dari 12 (dua belas) perguruan silat, terdiri dari anak-anak dan dewasa, dengan mayoritas pesilat warga Negara Belanda.  Kegiatan tersebut mendapatkan sambutan meriah lebih dari 350 penonton yang memadati aula Levi Lassenzaal Museon, Den Haag.

Kegiatan festival menampilkan 5 (lima) demonstrasi silat beregu anak-anak serta 12 (dua belas) demo silat tingkat dewasa. Kegiatan fastival secara resmi dibuka oleh Dubes RI Den Haag, Retno L.P. Marsudi, setelah penampilan tarian pembukaan “cakalele”. Dalam sambutannya, Dubes RI menyampaikan apresiasinya kepada FPPSI, sesepuh dan guru silat, peserta dan seluruh perguruan silat Indonesia, atas peran positif mereka dalam mempromosikan warisan budaya Indonesia, khususnya silat, di negeri Belanda. Pencak silat mengandung nilai-nilai luhur budaya Indonesia, menjunjung sportifitas dan semangat persatuan. Dubes juga mengapresiasi FPSI sebagai wadah pembinaan silat Indonesia khususnya bagi generasi muda, sebagai media silaturahmi seluruh perguruan silat di Belanda, serta peran FPPSI dalam memperkuat hubungan Indonesia – Belanda.
Baca pos ini lebih lanjut

Catatan Silat SEA Games XXVI

Aksi kurang terpuji yang dilakukan pesilat Indonesia Dian Kristanto saat final pencak silat di SEA Games XXVI/2011 antara Indonesia melawan Thailand, menuai banyak kecaman.

Tidak hanya dari pihak Thailand yang merasa dirugikan, sejumlah warga Indonesia melalui jejaring sosial twitter juga mengecam gaya bertanding Dian yang dianggap sangat memalukan.

“Indonesia boleh rebut 100an lebih emas. Yang jelas Satu emas dari dian kristanto dr hasil petak umpet di pencaksilat kita tak layak,” demikian tulis Rizal Adi Prima dalam akun twitter nya @rajawali_muda.
Video Memalukan: Gigit Atlit Thailand, Pesilat Indonesia Malah Dapat Emas
“itu silat apa lomba lari? pake acara gigit bahu segala,” ledek akun @isnan_gembhel. “DIAN KRISTANTO BIKIN MALU INDONESIA! PENGECUT!” maki akun @BigGuzz. “Pesilat Dian Kristanto menghina warisan budaya Indonesia,” tulis akun @Papi_Ardi
Baca pos ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.