Posts filed under 'artikel'
Pencak Silat oh Nasipmu…….
pantes aja banyak kebudayaan kita yang ilang dan diaku negara lain, nah kalo kementrian kita yg ngurusin olahraga aja justru lebih memperhatikan bela diri negara lain dari pada kita..
dan ironis, program ini sangat didukung oleh sang TS, entah dia Warga Negara mana?
Definisi Olahraga Beladiri Tradisional adalah keseluruhan cabang beladiri dari seluruh dunia yang masuk Indonesia namun belum memiliki Induk organisasi keolahragaan resmi. Tradisional disini, beladiri tersebut diakui keberadaannya di Negara asalnya. Kita jangan berbicara Pencak Silat dan Aliran karate lagi karena keduanya sudah diakui sebagai olahraga prestasi di Indonesia dan memiliki induk organisasi Seperti IPSI dan FORKI.
Add comment November 2, 2009
Mengenal Pusat Budaya Betawi di Setu Babakan
Mengenal Pusat Budaya Betawi di Setu Babakan
Setu Babakan yang terletak di Selatan Jakarta, lebih tepatnya berlokasi di wilayah Kelurahan srengseng sawah, Kecamatan Jagakarsa Jakarta selatan ini, menyimpan satu object wisata budaya yang sangat menarik berupa Perkampungan Budaya Betawi, dan oleh pemerintah DKI Jakarta,dijadikan Cagar Budaya Betawi yang menyimpan keistimewaan khususnya bagi warga Jakarta untuk melihat dari dekat berbagai kesenian dan budaya betawi yang ada hingga saat ini. (lagi…)
Add comment Agustus 21, 2009
Nonton Film Silat “Merantau”
Akhirnya Film yang ditunggu-tunggu oleh kalangan pecinta silat sudah dapat di saksikan mulai 6 Agustus 2009. Komunitas Silat Indonesia mendapat undangan nontong bareng dengan sutradara (Gareth Huw Evans) dan pemain utama ( Yuda -Iko Yuwais) dan hadir juga beberapa pemain utama lainnya di Gala Premier pada hari Kamis, 30 Juli 2009 jam 19.30 di Cinema XXI, Plaza Indonesia, Komunitas Silat Indonesia di wakili oleh anggota Milis SilatIndonesia.com dan Anggota Forum Diskusi SahabatSilat.com.

1 comment Agustus 9, 2009
Kelompok Silat Tradisi Tidak Tersentuh IPSI
Padang, Kompas – Lebih dari 50 persen kelompok silat tradisi Minangkabau di Provinsi Sumatera Barat belum tersentuh Ikatan Pencak Silat Indonesia. Kelompok silat tradisi umumnya mengutamakan nilai luhur dalam silat ketimbang mencari poin nilai atau menjatuhkan lawan.
Edi Utama, Ketua Bidang Khusus GSB IPSI Sumatera Barat, Minggu (21/12) di sela-sela Pertemuan 50 Perguruan Silat Tradisi Minangkabau yang diadakan Bidang Khusus Gelanggang Silih Berganti Ikatan Pencak Silat Indonesia (GSB IPSI) Pengprov Sumatera Barat, mengatakan, kelompok silat tradisi yang tersentuh oleh IPSI baru sebatas kelompok yang ada di pusat kota. Kelompok-kelompok silat tradisi lain umumnya tidak pernah dilibatkan dalam kegiatan IPSI. (lagi…)
2 comments Desember 27, 2008
Festival Silat; Merayakan Keragaman
Meski beragam, ada satu kesamaan yang menonjol dari indahnya seni silat ranah pasundan, yakni indahnya gerak silat itu sendiri. Tiada yang lebih bagus. Semua sederajat, sama-sama elok. Maka pantas bila keragamanlah yang dirayakan dalam pagelaran Festival Seni Silat kali ini
Selaras dengan semangat yang dibawa, pagelaran ini hanya menampilkan kekayaan seni gerak, olah napas, dan tari dari secuil wilayah bumi Jawa. Tak kurang dari 12 perguruan, gelaran bertajuk Festival Seni Pencak Silat Padjajaran Nasional ini menghadirkan berbagai macam pesona gerak tarung sekaligus tari dari ranah Sunda.

Kemeriahan makin lengkap dengan tampilnya beberapa perguruan Betawi yang di tahun lampau menjadi kebanggaan para jawara Batavia. Ada perguruan Putra Betawi. Ada juga Cingkrik Goning. Gelaran di Hall Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah ini pun riuh.
Add comment Mei 26, 2008
Betawi Punye Silat
BERBICARA mengenai cabang olahraga pencak silat, Jakarta dikenal sebagai gudangnya. Sejak dahulu di Jakarta banyak ditemukan alairan-aliran pencak silat yang sangat popular di penjuru Nusantara, bahkan dunia.
Salah seorang legenda pesilat (jawara) Betawi yang selalu menjadi buah bibir masyarakat adalah Si Pitung, jagoan yang antikolonialisme.
Mengenang pencak silat Betawi tidak terlepas dari sejarah perkembangan dan dinamika Jakarta tempo doeloe. Sejak dahulu Jakarta sudah menjadi kota kosmopolitan tempat di mana pertemuan berbagai ragam budaya, suku bangsa, hingga bangsa lain seperti Arab, Melayu, India, China, Portugal, Belanda, dan lain-lainnya.

Sejak Sunda Kelapa dikuasai oleh pasukan Demak yang dipimpin Fatahillah (1527), lahirlah Jayakarta, yang saat ini setiap tahun diperingati sebagai hari jadi kota Jakarta pada tanggal 22 Juni. Perjalanan panjang sejarah Jakarta berimpilikasi pada masyarakat yang mendiaminya.
21 comments Mei 26, 2008
CIMANDE, RIWAYATMU KINI
CIMANDE, RIWAYATMU KINI
Khasanah persilatan Indonesia sudah tidak asing lagi dengan kata Cimande. Sebuah aliran pencak silat yang tergolong besar, terkenal dan memiliki pengaruh besar pada aliran lainnya di Jawa, Indonesia hingga luar negeri. Bagi khalayak umum di JABODETABEK, Cimande lebih dikenal sebagai ahli patah tulang yaitu memperbaiki tulang yang patah dengan cara tradisional. Begitulah cimande yang dikenal umumnya.
Untuk lebh mengenal lebih dekat apa itu Cimande, sabagai aliran Pencak Silat, Forum Pecinta dan Peletari Silat Tradisional (FP2ST) mengadakan kunjungan ke jantung Cimande yaitu desa Tarikolot.
Talang Dua
Dengan menggunakan dua mobil yang ditumpangi 10 orang, kami berangkat dari Jakarta ke arah Bogor/Ciawi. Hanya satu jam di jalan tol, kemudian keluar dan berbelok ke arah jalan raya sukabumi. Tidak berapa lama, kita akan menemui talang satu yaitu talang air yang melintang dan berada di atas jalan raya. Konon talang ini sudah ada sejak jaman Belanda dan merupakan sarana pengairan baik untuk sawah maupun kebutuhan lainnya dari penduduk setempat.
14 comments Mei 23, 2008
Perpaduan Silat dan Wushu
JAKARTA — Sebanyak 14 atlet pelatnas pencak silat siap diberangkatkan ke Shanghai, Cina, untuk menjalani uji coba terakhir menjelang pelaksanaan SEA Games 2007 di Nakhon Ratchasima, Thailand, Desember mendatang.
Mereka, yang terdiri atas delapan pesilat putra dan lima putri, akan melanjutkan program pelatnas di Shanghai University of Sport selama hampir satu bulan. Salah satu program di sana adalah para pesilat akan diberikan pelatihan cara melakukan teknik penyerangan dengan kecepatan tinggi.
Menurut pelatih Taslim Azis, salah seorang pelatih Wushu dari aliran Shan Sao sudah melihat rekaman video para pesilat Indonesia dalam kejuaraan dunia di Malaysia pekan lalu. Kelemahan mereka adalah teknik menyerang yang kurang baik.

3 comments November 8, 2007








