Ragam pencak silat, Batak punya monsak

Mei 31, 2008 at 4:00 am 10 komentar

Monsak tinggal sejarah. Sudah banyak negara barat memiliki perguruan silat, yang berasal dari Indonesia dan Malaysia. Banyak suku di Indonesia punya aliran silat sendiri-sendiri, termasuk Batak Toba dengan monsak — yang sayangnya sangat sulit ditemukan informasinya.

Jarar Siahaan; Toba Samosir; Blog Berita

Monsak, dibaca sebagai moccak [lihat foto]. Silat khas Batak Toba ini hanya tinggal nama. Setahuku tidak ada lagi tempat untuk belajar monsak. Di beberapa kabupaten di Sumatera Utara, di kampung-kampung orang Batak Toba, belum pernah kutemukan perguruan monsak. Aku punya sejumlah kawan yang belajar silat di Tanah Batak, tapi yang mereka pelajari adalah silat dari suku lain, seperti Merpati Putih. Aku sendiri belum pernah melihat secara langsung bagaimana gerakan monsak. Ketika aku masih aktif mengajar karate aliran Shotokan, aku sering mencari perguruan monsak, tapi tidak pernah ketemu. Setelah kini aktif menulis di web, aku juga sering berusaha menelusuri Internet, tapi tetap saja aku tidak mendapatkan informasi soal monsak, alamat perguruannya pun tidak bisa kutemukan — kalau ada pembaca yang punya info soal monsak, silakan berbagi.

Berbeda dengan silat dari daerah lain yang masih gampang ditemukan, seperti silat Betawi, Sunda, Minangkabau, Madura, Bali, dll. Di kompleks Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, terdapat sebuah padepokan silat berskala internasional. Menurut Wikipedia, silat Betawi saja memiliki 300 aliran. Salah satu aliran silat Betawi adalah silat Cingkrik. Si Pitung, tokoh yang sudah difilmkan itu, konon beraliran Cingkrik. Sampai sekarang aliran Cingkrik masih bisa dipelajari di padepokan di Taman Mini.

Silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum dapat dipastikan. Meskipun demikian, silat saat ini telah diakui sebagai budaya suku Melayu dalam pengertian yang luas, yaitu para penduduk daerah pesisir pulau Sumatera dan Semenanjung Malaka, serta berbagai kelompok etnik lainnya yang menggunakan lingua franca bahasa Melayu di berbagai daerah di pulau-pulau Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, yang juga mengembangkan bentuk silat tradisional mereka sendiri. Sheikh Shamsuddin (2005) mengatakan, terdapat pengaruh ilmu beladiri dari Cina dan India dalam silat. Hal ini dapat dimaklumi karena memang kebudayaan Melayu (termasuk Pencak Silat) adalah kebudayaan yang terbuka, yang sejak awal kebudayaan Melayu telah beradaptasi dengan berbagai kebudayaan yang dibawa oleh pedagang maupun perantau dari India, Cina, Arab, Turki, dan lainnya. Kebudayaan-kebudayaan itu kemudian beradaptasi dengan kebudayaan penduduk asli. Maka sejarah pencak silat lahir bersamaan dengan munculnya kebudayaan Melayu.

Dalam sejarah pencak silat terdapat dua kategori akar aliran, yaitu:

  • Aliran bangsawan
  • Aliran rakyat

Aliran bangsawan adalah aliran pencak silat yang dikembangkan oleh kaum bangsawan (kerajaan). Ada kalanya pencak silat ini merupakan alat pertahanan dari suatu negara (kerajaan). Sifat dari pencak silat yang dikembangkan oleh kaum bangsawan umumnya tertutup dan mempertahankan kemurniannya. Aliran rakyat adalah aliran pencak silat yang dikembangkan oleh para pedagang, ulama, dan kelas masyarakat lainnya. Sifat dari aliran ini umumnya terbuka dan beradaptasi.

Bagi setiap suku di Melayu, pencak silat adalah bagian dari sistem pertahanan yang dimiliki oleh setiap suku/kaum. Pada jaman Melayu purba, pencak silat dijadikan sebagai alat pertahanan bagi kaum/suku tertentu untuk menghadapi bahaya dari serangan binatang buas maupun dari serangan suku lainnya. Lalu seiring dengan perjalanan masa pencak silat menjadi bagian dari adat istiadat yang wajib dipelajari oleh setiap anak laki-laki dari suatu suku. Hal ini mendorong setiap suku untuk memiliki dan mengembangkan silat daerah masing-masing.

Setiap daerah di Melayu umumnya memiliki tokoh persilatan yang dibanggakan. Sebagai contoh, bangsa Melayu terutama di Semenanjung Malaka meyakini legenda bahwa Hang Tuah dari abad ke-14 adalah pendekar silat yang terhebat. Hal seperti itu juga terjadi di Jawa, yang membanggakan Gajah Mada. Kedua tokoh ini benar-benar ada dan bukan legenda semata, dan keduanya hidup pada masa yang sama.

Perkembangan silat banyak dipengaruhi oleh kaum ulama, seiring dengan penyebaran agama Islam pada abad ke-14 di Nusantara. Catatan historis ini dinilai otentik dalam sejarah perkembangan pencak silat yang pengaruhnya masih dapat kita lihat hingga saat ini. Kala itu pencak silat telah diajarkan bersama-sama dengan pelajaran agama di surau-surau. Silat lalu berkembang dari sekadar ilmu beladiri dan seni tari rakyat menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajah. Pencak silat juga menjadi bagian dari latihan spiritual.

Foto monsak: Photobucket ( Kisawung)

Source :Kisawung and

http://blogberita.net/2008/05/12/ragam-pencak-silat-batak-punya-monsak/

Entry filed under: aliran. Tags: .

Festival Silat; Merayakan Keragaman Menjadikan Silat Sebagai Gaya Hidup

10 Komentar Add your own

  • 1. jrswanda  |  Oktober 17, 2008 pada 8:50 am

    Sepertinya berita ini menarik jg ya….kasihan jg suku Batak… perlu upaya tersendiri untuk mengembangkan silat Batak ini……

    Balas
  • 2. dj_aja  |  Januari 24, 2009 pada 8:21 am

    bung… gue salut ama loe yang punya perhatian ama budaya silat kita, tapi gue kecewa ama loe kenapa loe mau juga belajar karate… wei… loe perlu ingat pencak silat budaya kita ini tinggi seninya maupun teknik-teknik beladirinya, gue juga pernah melihat bagaimana seorang pendekar silat yang udah tua melawan seorang karateka yang tingkatannya dan 4, pendekar tua ini menjatuhkan karateka ini hanya dengan satu gerakan santai…. sehingga sang karateka mudah ini dibuatnya tak berdaya….
    he..he….he… hidup SILAT…

    Balas
    • 3. lurawan nababan  |  Agustus 22, 2011 pada 4:10 pm

      itu wajar bung klo kita pelajari bela diri lain, karna suatu jurus beladiri juga bisa kita gabung dengan juru bela diri lain untuk memperoleh suatu jurus yang baru, dan sekabukan sekarang juga bela diri bukan seperti beladiri jaman dulu,yang saling bersaing secara tidak sehat, tapi walaupun beladiri kita saling berbeda, saya juga sagat berharap supaya kita dapat memperoleh info tentang mossak batak, dan juga dapat saling memberi info sapaya dapat mengembanggakan Nya

      Balas
      • 4. lurawan nababan  |  Agustus 22, 2011 pada 4:15 pm

        saya sudah pernah mencari tentang mossak batak ini di kampung say, tapi sya terlambat karna yang tau mossak bata itu sudah meningal 4 tahun sebelum saya mencari info tentang mossak batak

  • 5. toepang  |  November 8, 2009 pada 8:01 pm

    lihat di “silaban brother” ato “sorimangaraja butarbutar” kemudian ketik moccak batak
    ato latihan moccak di taman mini indonesia
    mauliate
    horas…
    horas…
    horas…

    Balas
  • 6. haloho  |  Oktober 18, 2011 pada 8:57 pm

    dulu kake saya itu guru mossak yang lumayan dikenal lah di kmpungku hehe tp dah kembali ke Tuhan,,
    sbenrnya mossak itu msh ada,,,
    ada bebrpa faktor dan aturan kusus yang buat seakan akan mossak itu hilang:
    1. blazar mossak itu cm di plajari sama org org terpilih,.: ga songonglah tau suka pamer pamer.
    2. blajr mossak itu cm bisa di usia 20 tahun ke atas jj,,
    3. seorang guru mossak itu,,ga mau ngajarin anaknya sendiri karna itu pantangan buat silat mossak.
    4. tidak untuk di pertunjukkan, kecuali untuk adat adat yang sagngat penting,
    5. blajar mossak itu jg ,,ga ditempat kramaian,,,tp dirumah atau di di pegunungan.
    6. klo kita pengen berguru di mossak ga bakal bisa ,sebelum guru tersebut yang nawarin kita,,,jd agak tertutup

    msh banyak lg deh,,,aku tau tntang ini bkn dri kake aq,,cz dia ga bakl mau ksh tau…hehe
    kebetulan paman aq ada 2 orang yng bisamossak.,,jd aq tau dri mreka,,,

    ada crita dikit jg nih,,

    juara pencak silat se ibu kota medan itu kan aliran mossak jg …..nah kbetulan di ntu muridnya kake q yng terahir,,,tp dia bwa nama perguruan teratai putih,,,,jd di tetap merahasiakannya…wlupn tanding tetap pke mossak…

    mungkin klo kawan kawan liat mossak yng sbenarnya,,,mungkin kawan kawan bisa dikit kaget lah,,,dulu q pernah liat mreka latihan drumah kake,,wktu itu jam1 mlem,,,,disitu q ngintip dri lubang kmr q…
    selihatku mossak itu penggabungan dri kekebalan,kecepatan,dan ke branian,,
    mungkin debus dengan pisaunya ngiris tangannya tapi yang lakuin scra perlahan perlahan…
    tp dalam mossak,,mreka latihan sperti bnerran brantemnya,,,pke golok pula…,
    jd mreka bacok bacokan tyus disambil pukulan juga,,,tp smua tubuh mre ga ada yang luka,,,
    1 lg,,pernah ga liat palu/ tokkok di pukul ke kepala orng dengan kencang n kpalanya gpp??
    itu jg bagian dri mossak kwan n mash banyak lg deh,,,jdi klo pengen nelusurin mossak bisa ke samaosi jj,,namanya kampung Raut Bosi kawan..

    jd kta paman itu jg mossak itu, ga boleh buat orang yang salah bisa bahaya ktanya,,,
    jadi,,mungkin itu penyebabnya kawan…
    bukanya aq sombng tp cm mau ksh informasi ajj.

    Balas
  • 7. Jack  |  November 14, 2011 pada 1:25 pm

    mantaaaaapppp…..sebagai orang batak aku juga pengen belajar mossak. memang sih itu ilmu rahasia. tapi sayang kan karena terlalu rahasia sampai tak ada penerusnya jadi punah. Mau ga ya ada gurunya yg pindah ngajar ke jakarta? hehe

    Balas
  • 8. rendy  |  April 2, 2012 pada 5:55 pm

    maaf bg admin saya mahasiswa USU jurusan sastra daerah untuk sastra melayu
    saya pernah membaca artikel ttg mossak batak(moncak)
    kajian ttg mossak masi ada tp tidak dgn prakteknya…

    Balas
  • 9. michaellovarian@yahoo.co.id  |  April 19, 2012 pada 1:53 pm

    mOssaK sllu imPian Ku

    Balas
  • 10. Rahmat.sormin  |  Mei 16, 2012 pada 6:35 pm

    Saya pernah mempelajari silat mossak pada thn 2003 dari seorang guru mossak namanya jabire sihombing. Beliau sangat dikenal dimasyarakat hingga ke parsoburan (Toba) beliau tinggal di desa (pagar gunung) dekat parsoburan. Mossak ini bermacam2 ada utk tarian ada juga untuk beladiri atau disebut dengan galalapan kuda2 biasa disebut dengan basung,basung rapat atau setengah basung,utk langkah ada disebut langkah 1,2,3 dst dan ada juga disebut olang manappar angin. Sesui dgn pengamatan saya bahwa mossak batak bukanlah silat biasa akan tetapi silat yg sangat-sangat luarbiasa kenapa saya mengatakan hal demikian? Karena sesiapa yang menguasai silat mossak dengan sempurna maka ia akan terjaga 24 jam dari serangan musuh walaupun dalam keadaan tertidur. Jadi kesimpulannya silat mossak batak itu sama dengan silat gaib.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


HAK CIPTA
Anda dapat mencopy tulisan pada blog ini, anda wajib menuliskan sumber asli dan nama penulisnya. Mari kita hormati Hak Cipta para penulis dan pejuang komunitas pencak silat Indonesia, SemangAT.
Alhamdulillah Jaza Kallahu Khoiro

Tulisan Terkini

Flickr Photos

22112009(008)

syahbandar02

syahbandar01

syahbandar3

More Photos

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Stats

  • 111,508 hits

KOMUNITAS

 

Mei 2008
S S R K J S M
« Nov   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.