Betawi Punye Silat
Mei 26, 2008
BERBICARA mengenai cabang olahraga pencak silat, Jakarta dikenal sebagai gudangnya. Sejak dahulu di Jakarta banyak ditemukan alairan-aliran pencak silat yang sangat popular di penjuru Nusantara, bahkan dunia.
Salah seorang legenda pesilat (jawara) Betawi yang selalu menjadi buah bibir masyarakat adalah Si Pitung, jagoan yang antikolonialisme.
Mengenang pencak silat Betawi tidak terlepas dari sejarah perkembangan dan dinamika Jakarta tempo doeloe. Sejak dahulu Jakarta sudah menjadi kota kosmopolitan tempat di mana pertemuan berbagai ragam budaya, suku bangsa, hingga bangsa lain seperti Arab, Melayu, India, China, Portugal, Belanda, dan lain-lainnya.

Sejak Sunda Kelapa dikuasai oleh pasukan Demak yang dipimpin Fatahillah (1527), lahirlah Jayakarta, yang saat ini setiap tahun diperingati sebagai hari jadi kota Jakarta pada tanggal 22 Juni. Perjalanan panjang sejarah Jakarta berimpilikasi pada masyarakat yang mendiaminya.
Menurut Antropolog Universitas Indonesia, Yasmin Zaki Shahab, diperkirakan etnis Betawi terbentuk sekitar tahun 1815-1893. Oleh sebab itu orang Betawi sebenarnya terhitung sebagai pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lainnya yang sudah terlebih dahulu hidup di Jakarta seperti orang Sunda, Jawa, Arab, Bali, Sumbawa, Ambon, dan Melayu.
Betawi memang terkenal dengan tokoh-tokoh persilatan hingga aliran jurus (maenan) yang digunakan seperti Cingkrik, Gie Sau, Beksi, Kelabang Nyebrang dan merak Ngigel, Naga Ngerem, dan sebagainya.
Keragaman aliran silat Betawi turut diwarnai oleh latarbelakang silat dari daerah lain, seperti silat aliran Sahbandar, Kuntao (China) dan beberapa aliran silat dari Sunda. Proses asimilasi mendapatkan nama aliran ataupun perkumpulan baru. Nampaknya ciri khas dan latar belakang betawi tetap kuat mewarnai gerakan jurus-jurusnya.
Seperti Mustika Kwitang yang berdiri Kampung Kwitang, Jakarta Pusat, salah satu tokohnya adalah H Muhammad Djaelani, yang lebih dikenal dengan sebutan Mad Djaelani. Ilmu silat Mustika Kwitang, kini diwariskan pada cucunya, sekaligus muridnya, H Zakaria.
Akulturasi Ilmu Silat dari China dengan Betawi bukan hal yang aneh misalnya silat Beksi, atau bek (Pertahanan) dan Sie (Empat) yang artinya pertahanan empat arah. Tiga pendekar Beksi (H Gozali, H Hasbullah, dan H Nali) dan seorang China bernama Ceng Ok, mengembangkannya di Betawi (Jakarta). Diperkiraan, aliran Beksi merupakan Silat Betawi yang paling luas penyebarannya di Jakarta saat ini.
Kemajemukan ini pula yang menyebabkan terjadinya pertukaran seni, budaya, adat istiadat hingga ilmu bela diri yang berkembang saat itu atau yang lebih populer dengan istilah “Maen Pukulan” (silat).
Silat diperkirakan sudah ada sejak abad ke-16 di mana masyarakat setempat (Jayakarta) pada masa itu sering mempertunjukkan seni silat di saat pesta perkawinan atau khitanan. Hal ini memperkuat dugaan bahwa silat tidak hanya berfungsi sebagai ilmu bela diri namun sudah menjadi suatu produk sosial, seni budaya yang mengakar dalam kehidupan sehari-hari.

Pencak Silat telah mewarnai kehidupan masyarakat Betawi, di mana silat atau maen pukulan adalah hal yang wajib dipelajari. Silat Betawi terkenal dengan aliran-alirannya yang merunut pada asal kampung atau daerah perkembangannya.
Hal ini menurut antropolog Parsudi Suparlan, “bahwa masyarakat betawi dalam pergaulannya sehari-hari, lebih sering menyebut dirinya berdasarkan lokalitas tempat tinggal mereka, seperti orang Kemayoran, orang Senen, orang Tanahabang, atau orang Rawabelong”.
Karena pada saat itu, kesadaran sebagai masyarakat Betawi pada awal pembentukan kelompok etnis itu belum begitu mengakar. Baru pada tahun 1923 Moh Husni Thamrin dan tokoh masyarakat Betawi mendirikan Perkumpulan Kaum Betawi di masa Hindia Belanda, menyadarkan segenap orang Betawi sebagai sebuah golongan (kelompok etnis sebagai satuan sosial dan politik yang lebih luas) sebagai golongan orang Betawi.
Betawi memang dikenal memiliki banyak cerita dan kenangan di dunia pencak silat. Konon kabarnya di Jakarta terdapat ratusan aliran silat. Si Pitung atau Sabeni dari Tanahabang hanyalah dua kisah dari sekian banyak legenda superioritas jawara-jawara Betawi zaman silam. Di tengah-tengah masyarakat Betawi pun muncul semacam keyakinan, bahwa memperdalam pencak silat adalah salah satu upaya memelihara warisan leluhur.
Si Pitung yang menjadi kisah heroisme jawara Betawi zaman silam adalah pesilat dari aliran Cingkrik (www.silatindonesia.com). Pitung berasal dari kampung Rawabelong, Kelurahan Sukabumi Utara, Jakarta Barat, belajar silat dan mengaji dari H Naipin.
Kepandaiannya bermain silat menjadikan Pitung cukup terkenal karena keberaniannya untuk membela rakyat kecil, dengan cara “merampok” orang Belanda. Pitung memberikan hasil rampasannya tersebut kepada orang-orang miskin yang membutuhkan.
Demikian dikemukakan Margreet van Till (Belanda) dalam makalah/disertasinya, In Search of si Pitung, the History of an Indonesia Legend (1996), sepak terjang Pitung menjadikan dia sebagai incaran Belanda. Karena penghianatan kawan seperguruannya, Pitung ditembak mati oleh Schout Van Hinne terjadi pada 16 Oktober 1893. Ia lalu dibawa ke rumah sakit dan esoknya meninggal dunia (17 Oktober).
Beritanya dimuat dalam Hindia Olanda (edisi 18 Oktober 1893), pada usia yang muda, sehingga menurut cerita, Pitung belum sempat berkeluarga.
Kisah Pitung adalah kisah jawara aliran silat Cingkrik Betawi. Konon, selain Cingkrik, Betawi juga masih memiliki sekitar 300 aliran silat. Namun data yang kini terdapat di PPS Putra Betawi dari ratusan aliran silat Betawi, kini hanya tersisa 50 aliran. Cingkrik adalah salah satu yang masih bertahan.
Permainan silat Cingkrik dikenal dengan cukup khas sebagai silat betawi pada umumnya. Perkembangan silat cingkrik ini pun telah membias ke pelosok-pelosok kampung Betawi, sehingga aliran ini memiliki banyak turunannya (aliran).

Salah satu turunan antara cingkrik dan Cimande adalah aliran Cingkrik Goning, yang merupakan silat Betawi warisan dari Engkong Goning yang merupakan pejuang kemerdekaan dari wilayah Kedoya.
Ilmunya kemudian diturunkan kepada Usup Utay, yang kemudian menurunkan kepada mantunya yaitu Tb Bambang. Silat Cingkrik secara umum terbagi dua, yaitu Cingkrik Goning dan Cingkrik Sinan. Perbedaannya ialah Cingkrik Sinan menggunakan “ilmu kontak” sementara Cingkrik Goning hanya mengandalkan kelincahan fisik. Cingkrik selalu berusaha untuk masuk dan mengunci lawan, jadi tidak banyak berlama-lama bertukar pukulan atau tendangan.
Cingkrik sangat mengandalkan kekuatan tenaga dalam. Salah satu aliran silat tertua di Betawi ini bernaung di bawah organisasi silat Persatuan Pencak Silat (PPS) Putra Betawi, organisasi yang didirikan pada tahun 1972.
Gagasan membentuk wadah bagi silat aliran betawi muncul dengan tujuan mempersatukan pesilat Betawi. Wadah ini menjadi semacam forum komunikasi bagi pesilat Betawi, agar dapat terus mempertahankan warisan budaya leluhur tersebut.
Menurut data dari Silat Indonesia.com, saat ini terdapat lebih 50 aliran atau perguruan silat yang bernapaskan silat Betawi, dan memang tidak semua aliran silat ini bisa dijangkau seketika. Harus ada proses sosialisasi dan pendekatan yang berkelanjutan, inipun beberapa silat yang bernaung dibawah Putra Betawi mulai menghilang dari Jakarta.
Proses penelusuran guna menghidupkan beberapa perguruan dilakukan melalui beberapa cara, antara lain Kejuaraan Internal Silat Betawi dan melalui Festival Silat Betawi. Tujuannya adalah untuk memantau perkembangan silat betawi agar tetap hidup walaupun tidak sepopuler pada masa lalu. (Ahmad Fahir)
Di Publikasi oleh : Koran Jurnal Nasional
Source : Yanweka / Silatindonesia.com
Entry Filed under: artikel. .
21 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed








1.
Kucing Garong | Juli 8, 2008 at 9:11 am
ANE MINTA ALAMATNYA PERGURUAN SILAT BETAWI YG ADA DIWILAYAH JAKARTA SELATAN DONG! ADA YG BISA NGASIH INFO NGGAK!
SOALNYA ANE PENGEN BELAJAR LAGI NEH,
DULU ANE PERNAH BELAJAR SILAT BETAWI DARI UWA ANE, TAPI SAMPE SKARANG ANE BELOM TAU NAMA PENCAK SILATNYA.
N’ KALO BISA ANE PENGEN BELAJAR LAG NEH, BIAR NAMBAH WAWASAN.
TERIMA KASIH ATAS INFONYA.
2.
Lee | Agustus 6, 2008 at 5:40 pm
Sebetulnya silat Betawi itu unik dan khas. Sebagai salah seorang pewaris, saya merasa ilmu silat ini jangan sampe dipake untuk mencari nama apalagi musuh. Tapi saya sedih melihat kelakuan anak muda di bawah saya yang suka mengklaim. Sebetulnya gurunya juga kaga suka dengan tingkah laku ni murid yang sombong dan berlebihan. Kata orang Betawi, kaga tau adat ama sopan santun. Tapi mau gimana lagi? Ane cuma mau liat suatu saat ini anak mude ketemu batunye. Amin.
3.
rian | Agustus 8, 2008 at 11:13 am
tolong kasih tau,dimana saya bisa belajar silat aliran betawi khususnya cingkrik atau sabeni?saya ingin memperkaya jurus silat yang saya miliki,coz saya punya cita-cita kalo suatu saat saya bisa mempersatukan indonesia dengan pengetahuan silat yang saya punya.maaf, kalo kedengaranya terlalu muluk-muluk,soalnya saya udah ga tahan banget ama kelakuan orang indonesia jaman sekarang yang udah ga bisa ngehargain warisan negara ini.mereka pikir bisa ngerti budaya orang laen itu modern,padahal orang yang ga tau jati dirinya dari mana dia berasal dan dilahirkan adalah orang yang kampungan.
4.
rinaldi | Agustus 22, 2008 at 10:50 am
saya sangat senang dengan jurus silat. karena saya sudah terlambat untuk mempelajarinya, tetapi saya ingin anak saya saja. jadi kesulitan saya sekarang mencari perguruaan silat didaerah jakarta timur, sekitar wilayah klender. saya mohon bila ada informasi perguruan silat bisa di informasikan. terima kasih
5.
Gusman | September 3, 2008 at 3:48 am
Bang Rinaldi ini ada alamat silat aliran Betawi di Klender, masih terhitung anggota PS Putra Betawi, insya Alloh masih aktif:
PS CAKRA PB
Jl. Mawar Merah VI Gg. VI/37 Perumnas Klender – Jakarta Timur
6.
Yudikelana | Oktober 17, 2008 at 8:58 am
Hidup pencak silat jakarteeeeeeeee……………
7.
nik syazrin | Oktober 30, 2008 at 5:44 pm
Assalamulaikum..
saya sekarang sedang menuntut ilmu Seni Silat Jawa Betawi di kawasang Mergong,alorstar Kedah. Jika sesiapa yang berada di kawasan ini bolehlah menelefon saya untuk bertanya tempat dan guru untuk mempelajari seni Silat Jawa Betawi. 0174707374 – Nik.
8.
Gusman | November 13, 2008 at 4:18 am
Assalamualaikum Bang Nik,
Wah,..Ane baru denger nih nyang namenye Seni Silat Jawa Betawi, romannye nyang kayak pegimane tu Bang…? Ntu name aliran ape perguruan?
Tabe’…
9.
bangmanshur | Maret 3, 2009 at 10:29 am
ada yang tau silat mad jempol gak dari kuningan timur,karena jarang sekali yang mewarisi nya
10.
lutfie | Maret 11, 2009 at 3:59 am
sekarang ane deh begawe (34th) dulu diaderah ane jakarte pinggiran (ciledug) ada nyang ngajarin cingkrik ane sempet belajar tp kaga lama soale deh keburu males ma kegiatan, trus…ane blajar juga pukulan beksi. ko beksi mah mungkin masih ada atwe banyak nyang ngajarin contoh no di kreo cldg ada bang hasbullah..tapi klo cingkrik ane kagat tau deh masih ada ora soale jarang banget, nyang ngajarin ane waktu itu juga orangnya dah tue…….
11.
oe_wie | Maret 15, 2009 at 4:40 am
Asalamualaikum..
Salam kenal…Ane mo tanya nih..bang, ade yg pernah belajar Gerak Rasa atau biasanya orang nyebutnya GR., yang ane maksud ni maenan beda ame Gerak Saka (yg jalan lima ntu..kalo ga salah) emang namanye mirip tapi beda jalannya yg ane tau…die punya jalan disebut jalan sepuluh..nih maenan dulunye banyak yg pake di daerah kampung rawa (senen)…kayaknye ni maenan udeh ga kedengeran lagi kabarnye…kira2 ada yg tau sejarahnye ni maenan ga..? trima kasih sebelumnye…
Salam
12.
fatih | Juni 23, 2009 at 12:54 am
mao blajar silat betawi nieh . . .
dmne yee???
kasih info dong . . .
kirim info ke email ayee aje. . .
maksih. . .
13.
fatih | Juni 23, 2009 at 12:56 am
rumah ayee di daerah pamulang. . .
ksih info yee !!!
mao blajar silat betawi nieh. . .
14.
ian | Juli 6, 2009 at 4:07 am
INFORMASI :
ada perlombaan FESTIVAL PALANG PINTU IV yang memeperebutkan piala bergilir GUBERNUR DKI JAKARTA. yang diadakan pada tanggal 1-2 Agustus dik KEMANG.
HADIAH :
-Trophy Piala Bergilir
-Uang Pembinaan
-Sertifikat
untuk informasi lebih lanjut:
Hub:
Sangar Manggar Kelape Kemang,
-. Bang H.Edi (08179984536)
-. Bang Uwo (08129171360)
15.
ian | Juli 6, 2009 at 4:44 am
DATANG DAN SAKSIKAN PEMENTASAN SILAT BETAWIE TEMPO DOELOE. SILAT BETAWIE YANG HAMPIR PUNAH YANG AKAN DI TAMPILKAN OLEH JAWARA – JAWARA SE JABODETABEK. DI ACARA BETAWIE POENYA GAWE:
FESTIVAL PALANG PINTU IV, KEMANG SABTU-MINGGU 1- 2 AGUSTUS 2009 DI KEMANG RAYA.
16.
ian | Juli 6, 2009 at 5:22 am
BAGI REKAN-REKAN YANG INGIN TAMPIL UNTUK MENAMPILKAN SILATNYA DIDEPAN GUBERNUR DKI JAKARTA, SILAKAN HUBUNGI:
SANGGAR MANGGAR KELAPE;
-. Bang H.Edi (08179984536)
-. Bang Uwo (08129171360)
17.
Ely Be'eng Pangucapan | Juli 6, 2009 at 12:16 pm
Salam Silat Indonesia.
Salam kenal dari saya pecinta Silat Betawi. Saya Anggota Silat Golok Seliwa. Mungkin emang Golok Seliwa belom kesohor kaya silat lainnya. Tapi, Alhamdulillah berkat do’a para pecinta silat Indonesia, sekarang udah tambah banyak permuda yang pada ikut latihan.
pengen sih Silat Golok Seliwa lebih maju lagi, do’ain ya …
18.
Ely Be'eng Pangucapan | Juli 6, 2009 at 12:21 pm
Untuk Fatih di Pamulang, gimana kalau Abang gabung ama Golok Seliwa. Kalau Abang pengen tau mainannya Abang lihat di Yue Tobe atau di sahabat Silat. Abang bisa hubungi saya :08161485373 atau datang langsung pada hari Sabtu pagi atau Minggu pagi di halaman Gedung LIPI jalan Gatot Subroto Jakarta. Dekat Kantor TELKOM atau dekat Museum Satria Mandala. Insya Allah Abang akan mencintai Silat Betawi. nantinyta Abang bisa kenal dengan berbagai Silat Betawi, karena tiap bulan kita ada diskusi. Dengan seluruh pecinta Silat tradisional.
19.
faisal | Agustus 4, 2009 at 10:38 am
assalammualaikum.wr.wb
ini saya dari silat pasar minggu citbitik mayangkara.klo ada info tentang event atau acara tolong info nya ya bang .
20.
khatya | Agustus 21, 2009 at 12:39 pm
salam kenal…
saya mahasiswa arsitektur..
mau nanya nih…
rumah para pendekar pencak silat kebanyakan di daerah mana ya kalau di jakarta ini???
saya mau coba survey ke sana…
mohon infonya ya…
terimakasih….
21.
tony andes | Agustus 29, 2009 at 1:06 pm
Bang ane juga anak betawi tapi yach maklum dah betawi juga kaga ngerti-ngerti budaya betawi,Makanye ane mau donk belajar apa itu ilmu silatnye,budaye dan makanan betawi yang asli gitu,ape lagi name-name nye agak ribet.Kalau pikir-pikir ane lahir disini tapi nga tau gitu maklum ane dibilang anak jakarta bukan anak betawi….he..he..he.. Thank you for your attention,